Kenalkota - Penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional bank bjb melebihi target
5 days ago
Penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional bank bjb melebihi target

Penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dititipkan Kementerian Keuangan kepada bank bjb rampung terealisasi. BUMD Jawa Barat melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebelum masa tenggat yang ditentukan akhir tahun ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi capaian yang diraih bjb. Menurutnya, bank bjb sanggup membayar kepercayaan pemerintah dengan kinerja gemilang. Bank bjb tak hanya berhasil menyalurkan seluruh dana titipan dari pemerintah pusat dalam tempo singkat, namun juga melipat gandakan pembiayaan mereka sesuai dengan ketentuan.

“Breaking news adalah bank bjb melebihi target (penyaluran dana PEN). Target per Desember menyalurkan Rp5 triliun. Dana dari (pemerintah) pusat Rp2,5 triliun, dana sendiri Rp 2,5 tirlun. Dana itu sudah habis. Performa penyalurannya sudah habis,” kata Ridwan Kamil, dikutip dari siaran persnya, Jumat, 23 Oktober 2020.

Berdasarkan catatan perseroan per 18 Oktober 2020, bank bjb sudah menyalurkan dana PEN sebesar Rp5,34 triliun. Artinya, target leverage 2 kali lipat sebesar Rp5 triliun telah terlampaui dalam hitungan kurang dari tiga bulan sejak gelontoran dana sebesar Rp2,5 triliun diterima perseroan pada akhir Juli 2020. Angka realisasi kredit PEN bank bjb hingga pertengahan Oktober itu mencapai 106% dari target.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan kesuksesan bank dalam menyalurkan kredit ini tidak bisa dilepaskan dari strategi pembiayaan yang dirancang. Berdasarkan strategi induk, bank bjb fokus menyalurkan pembiayaan di sektor produktif padat karya.

"Sejak awal masa pandemi berlangsung, bank bjb langsung bergerak cepat merespons dinamika yang terjadi. Strategi pembiayaan juga disesuaikan sedemikian rupa dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan dinamika yang terjadi. Susunan rencana yang matang ini terbukti ampuh dan dapat diandalkan untuk menunjang kesuksesan upaya stimulasi melalui program PEN," kata Yuddy.

Dalam pelaksanaanya, bank bjb memfokuskan penyaluran pembiayaan pada segmen korporasi dan komersial, serta UMKM yang punya daya pengaruh signifikan sekaligus terbilang prospektif. Langkah ini terbilang manjur dalam mendorong ekspansi kredit PEN bank bjb.

Seiring dengan itu, perusahaan juga bertopang pada program bjb PENtas (Penguatan Ekonomi Nasional Tangguh & Sejahtera) yang didukung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Program ini dibentuk untuk menselaraskan kepentingan bisnis agar bergerak dalam koridor pemulihan ekonomi.

"Kami juga secara disiplin dan ketat mempraktikkan prinsip prudential banking sebagai upaya mitigasi risiko sejak dini. Bank bjb ingin memastikan agar fasilitas pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para mitra sehingga memberikan efek domino bagi kebangkitan ekonomi," ujar Yuddy.

Sejumlah sektor ekonomi produktif dan padat karya yang menjadi penerima dana PEN bank bjb antara lain pertanian, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Secara total, jumlah debitur yang memperoleh stimulasi pembiayaan dari kucuran dana PEN bank bjb ini lebih dari 10 ribu.

Menurutnya, keberhasilan penyaluran dana PEN oleh bank bjb ini membuktikan komitmen kuat yang hinggap di tubuh perseroan. Pencapaian ini sekaligus menggenapi rentetan keberhasilan bank bjb dalam mencatatkan pertumbuhan positif sejak awal tahun.

Dengan bekal sedemikian rupa, bank bjb berada dalam posissi sangat siap jika kemudian mendapat mandat untuk kembali menyalurkan pembiayaan PEN oleh pemerintah. Bekal keberhasilan ini juga membuat Gubernur Ridwan Kamil percaya diri melobi pemerintah pusat agar bank bjb kembali mendapatkan kepercayaan dalam mendukung penuh kesuksesan program pemulihan ekonomi. (*)

Kenalkota - Tes Corona Macet Jika Tidak Ada Alat Ini
3 months ago
Tes Corona Macet Jika Tidak Ada Alat Ini
ITB bikin VTM dan Swab Stick buat tes COVID

Bandung, kenalkota.id – Tes COVID-19 dengan metode Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang semakin marak akhir-akhir ini membutuhkan dukungan berupa tersedianya komponen pengetesan. Komponen penting RT-PCR ini antara lain Viral Transport Media (VTM) dan nasopharyngeal swab stick.

Tanpa peralatan tersebut, tes RT-PCR atau disebut juga tes swab tidak akan berjalan. Selain itu, laboratorium-laboratorium pengetesan COVID-19 pun mengakui bahwa sediaan VTM dan nasopharyngeal swab stick kerap kritis alias kekurangan stok.

Untuk membantu persediaan VTM maupun nasopharyngeal swab stick, para peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) menyumbangkan kedua alat pengetesan COVID tersebut. Kedua alat ini hasil bikinan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB.

Ada sebanyak 1.444 buah VTM beserta nasopharyngeal swab stick yang diserahkan tim SITH ITB kepada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat. 

Penyerahan bantuan VTM dan swab dilakukan oleh Dr. Endah Sulistiawati, Dekan SITH ITB, dan Prof. Dr. Pingkan Aditiawati, Ketua Kelompok Keahlian Bioteknologi Mikroba (KK-BM), Kamis, 9 Juli 2020.

Bantuan ini diterima langsung oleh drg. Ema Rahmawati, M.Km., Kepala UPTD Labkesda Jabar, dan jajarannya. Ema Rahmawati, bilang pihaknya sangat menyambut baik bantuan VTM yang diserahkan kepada Labkesda Jabar. 

Hal ini mengingat ketersediaan dan kualitas VTM sangat penting guna menunjang performa diagnostik COVID-19 terutama di wilayah kota dan kabupaten di Jawa Barat. Akan tetapi jumlah VTM yang tersedia saat ini masih terbatas.

“Di masa kenormalan baru (new normal) atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), jumlah masyarakat yang membutuhkan uji diagnostik COVID-19 berbasis RT-PCR ini kembali meningkat. Hal ini kemudian berdampak terhadap kebutuhan VTM yang meningkat pula. Tidak hanya VTM, ketersediaan nasopharyngeal swab stick juga merupakan salah satu komponen kritis saat ini,” ungkap Ema Rahmawati, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2020).

Perlu diketahui, VTM merupakan media yang digunakan untuk menjaga spesimen lendir hidung dan tenggorokan pasien setelah dilakukan nasopharyngeal swab. Media ini berfungsi untuk mencegah sampel menjadi kering dan menghindari kerusakan dari partikel virus, terutama materi genetiknya. 

Berdasarkan panduan protokol yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Center of Disease Control and Prevention (CDC), VTM yang digunakan harus memiliki antibiotik dan antifungi.

Keberadaan kedua agen antimikroba ini bertujuan agar spesimen yang akan diuji di laboratorium tidak rusak atau terkontaminasi dari mikroorganisme lain yang dapat mempengaruhi hasil diagnostik COVID-19. 

Selanjutnya, sampel lendir yang sudah disimpan di dalam VTM akan dibawa ke laboratorium rujukan untuk diuji apakah pasien positif atau negatif COVID-19 dengan metode RT-PCR (Real Time-Polymerase Chain Reaction).

VTM yang diserahkan kepada UPTD Labkesda Jabar dibuat oleh Tim Dosen SITH-ITB yang terdiri dari dua Kelompok Keahlian (KK), kelompok pertama yaitu dari KK Bioteknologi Mikroba (KK-BM) dan kelompok yang kedua yaitu dari KK Genetika dan Biologi Molekuler (KK-GBM). 

Tim terdiri dari Dr. Karlia Meitha, Dr. Eng. Kamarisima, Neil Priharto, M.T., S.Si., Dr. Popi Septiani, dan Dr. Tati Kristianti. Pembuatan VTM menggunakan acuan standar yang dikeluarkan oleh WHO dan CDC. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dengan dukungan pendanaan dari LPIK-ITB dan dana Pengabdian Masyarakat KK-BM SITH ITB.

Dr. Endah Sulistiawati berharap bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat dalam percepatan upaya penanggulangan COVID-19 melalui uji deteksi yang akurat. (Imanha)


Kenalkota - Karaoke dan Bioskop Jangan Buka Dulu
3 months ago
Karaoke dan Bioskop Jangan Buka Dulu
Antisipasi virus corona menyebar di udara

Bandung, kenalkota.id – Virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, diduga kuat bisa menyebar di udara terutama di ruangan tertutup atau berventilasi buruk. Para peneliti dunia telah memiliki bukti persebaran virus melalui udara, sehingga Badan Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk tidak mengabaikan bukti tersebut, meski perlu penelitian lebih lanjut.

Kemungkinan virus korona menyebar di udara tampaknya bikin pengusaha tempat hiburan indoor seperti bioskop dan hiburan malam lainnya, harus semakin bersabar untuk tidak buru-buru buka unit usahanya. 

Apalagi pembukaan tempat hiburan malam tidak mendapat rekomendasi dari gugus tugas. Di Jawa Barat, juga tidak ada rekomendasi pembukaan tempat hiburan malam karena kekhawatiran kemungkinan virus korona menyebar via airbone.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bilang, gugus tugas kabupaten/kota untuk menahan pembukaan tempat hiburan indoor seperti bioskop dan karaoke. Sebab, berdasarkan hasil kajian, penularan COVID-19 di tempat tertutup berlangsung cepat. 

“Hasil kajian, saya hibau kota/kabupaten belum dulu mengizinkan yang sifatnya indoor seperti bioskop karena kajiannya virus lebih cepat di ruangan indoor tidak berventilasi. Artinya si droplet muter di situ. Tapi tapi kalau dia ada ventilasi dia terbawa oleh suhu panas di luar droplet bisa hilang,” jelas Ridwan Kamil, dalam konferensi pers, Senin 13 Juli 2020. 

“Oleh karena itu kita himbau, mal boleh buka tapi bioskop di tahan dulu, karaoke gitu ditahan dulu, hal-hal yang sifatnya hiburan indoor yang tidak ada ventilasi tolong ditahan dulu,” lanjut mantan Wali Kota Bandung tersebut.

Di luar tempat hiburan indoor yang tidak mendapat rekomendasi ialah sekolah. Walaupun saat ini sudah masuk tahun ajaran baru 2020/2021 di mana ada penerimaan murid baru.

Ridwan Kamil bilang, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tahun ajaran baru hanya diperbolehkan di daerah zona hijau, termasuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kata Ridwan Kamil, kegiatan pendidikan seharusnya tidak boleh ada yang tatap muka, kecuali di zona hijau. “Jadi, laporkan kalau ada kegiatan pendidikan yang memaksa tatap muka, padahal daerahnya bukan zona hijau. Itu pelanggaran," kata Ridwan Kamil. 

Ia menegaskan, MPLS hari pertama tahun ajaran baru masih dilaksanakan secara daring atau online. Untuk diketahui, MPLS hari pertama SMA/SMK Negeri secara daring di Jabar diikuti 245.546 peserta didik. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi, bilang MPLS secara daring dilakukan karena pihaknya mengutamakan keselamatan peserta didik dari COVID-19. 

Keselamatan murid sekolah penting baik yang ada di zona hijau yang nantinya sudah akan melakukan kegiatan belajar secara tatap muka, maupun sekolah yang berada di luar zona hijau dan belum membuka kegiatan belajar di kelas secara langsung. 

“Upaya ini (MPLS daring) semata demi keselamatan anak didik kita bersama," kata Dedi. 

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Jabar mengedepankan penerapan protokol kesehatan dalam semua kegiatan pendidikan di Jabar. 

"Protokol kesehatan harus terus dikedepankan dalam setiap penyelenggaraan pendidikan," ucap Dedi. (Imanha)



Kenalkota - Kolaborasi Maestro Patung dan Seniman Bandung di Lawangwangi
3 months ago
Kolaborasi Maestro Patung dan Seniman Bandung di Lawangwangi
Pengunjung pameran harus taat protokol kesehatan

Bandung, kenalkota.id – Pameran hasil kolaborasi antara seniman senior dan seniman muda dihelat di galeri seni Lawangwangi Creative Space, Jalan Dago Giri No.99A, Mekarwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pameran ini dibuka 10 Juli 2020 - 10 Agustus 2020,  menghadirkan sejumlah patung karya maestro seni rupa modern, Gregorius Sidharta Soegijo yang berkolaborasi dengan sejumlah seniman muda seperti Erwin Windu Pranata, Gabriel Aries Setiadi, Rendy Raka Pramoedya, dan Mujahidin, Nurrahman. 

Mereka menampilkan karya seni rupa dalam pameran yang mengusung tajuk “Poetical Vector”.

“Tajuk Poetical Vector dipilih untuk menggambarkan arah perkembangan dan dinamika abstrak di Indonesia, dari periode modern hingga saat ini, yang menunjukkan ragam nilai dan makna sublim yang puitis,” terang curator pameran, Rizki A. Zaelani dan Gumilar Ganjar, dalam keterangan pengantar pameran, seperti dikutip, Senin, 13 Juli 2020.

“Poetical Vector” digelar dalam rangka rangkaian perayaan 10 Tahun ArtSociates dalam bentuk ruang pamer virtual daring. Kali ini pameran menghadirkan eksibisi publik guna membuka akses bagi semua penikmat seni. 

Meski terbuka untuk publik, pameran ini menggunakan sistem reservasi terbatas dan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.  

“Dalam Poetical Vector, G. Sidharta, memperlihatkan gejala eksplorasi estetik yang cair, eklektik, dan plural, akan kemudian dihadirkan bersamaan dengan generasi seniman muda Bandung yang dan aktif berkarya dalam konteks kebudayaan saat ini,” terang kurator.

Karya-karya Sidharta fokus utama pada patung. Dalam sejarah perkembangan seni rupa modern Bandung, medium patung merupakan kanal eksplorasi yang merangkul eksperimentasi dan terbuka pada ragam kemungkinan pengolahan media. 

Fokus ini kemudian menjadi jangkar pada karakter-karakter partikular sebelumnya yang diperlihatkan Sidharta sebagai landasan yang relevan untuk dipersandingkan dengan generasi seniman saat ini dengan kesadaran berkesenian dan metode penciptaan yang lebih mutakhir.  

“Meskipun Sidharta aktif berkesenian dalam konteks dan paradigma nilai modern, ragam gejala seni kontemporer yang berciri plural, inklusif, dan terbuka sejatinya sudah terlihat dalam riwayat eksperimentasi artistiknya,” lanjutnya.

Melalui pertautan dengan karya dari generasi seniman muda yang dihadirkan, pameran ini hendak menunjukkan bagaimana sejatinya G. Sidharta sudah memiliki kesadaran tentang pluralitas kontemporer, serta menawarkan cara lain dalam merenungkan keterkaitan antara bentuk-bentuk non-representasional dengan realitas yang seringkali terkesan puitis. (Imanha)