Kenalkota - Mengenang sastrawan Ajip Rosidi yang dimakamkan di halaman perpustakaan pribadinya
Ucapan selamat jalan untuk sastrawan Ajip Rosidi di Twitter (@toetoercom)
Mengenang sastrawan Ajip Rosidi yang dimakamkan di halaman perpustakaan pribadinya
OlehKenalkota2 months ago
"Di usianya yang ke-71, suami artis senior Nani Widjaja itu mendapat gelar doktor honoris causa bidang budaya dari Universitas Padjadjaran di era Rektor Ganjar Kurnia"

Bandung, kenalkota.id - Dunia sastra Tanah Air kembali kehilangan tokohnya. Setelah Sapardi Djoko Damono, kini sastrawan Ajip Rosidi dipanggil Yang Kuasa. Ajip Rosidi menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Tidar Magelang, Jawa Tengah, Rabu 29 Juli 2020 pukul 22.30 WIB. 

Tokoh nasional yang banyak bergelut di kesusastraan bahasa daerah khususnya Sunda itu dimakamkan Kamis 30 Juli 2020 pukul 11.00 WIB di halaman depan rumahnya di Perpustakaan Jati Niskala, Desa Pabelan 1, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kabar meninggalnya tokoh yang sempat menolak Habibie Award tersebut antara lain muncul di grup kebudayaan wartawan Bandung, salah satunya disampaikan Miftahul Malik, Sekretaris Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS). PPSS merupakan organisasi yang didirikan Ajip Rosidi.

Miftahul Malik bilang, salah satu peninggalan Ajip Rosidi ialah Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut. Perpustakaan umum tiga lantai ini mengoleksi sekitar 40 buku. Almarhum mendirikan perpustakaan dari nol, bahkan sempat tersendat karena kekurangan modal. Ajip harus menjual koleksi-koleksi lukisannya demi membangun pusat literasi khususnya kesusastraan daerah itu.

Ajip Rosidi lahir di Majalengka 31 Januari 1938. Karier intelektual Ajip Rosidi berbeda dengan tokoh besar lainnya yang punya latar belakang pendidikan tinggi. Sementara Ajip Rosidi tidak pernah mengenyam bangku kuliah dan ia yakin untuk menjadi orang tercerahkan tidak perlu ijazah kampus mana pun.

Pernyataan tegas tersebut dibuktikan dengan ratusan karya baik berbentuk esai, prosa, sajak, terjemahan dan lain-lain. Tidak sedikit karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Selain sibuk menulis, ia juga dikenal sebagai budayawan, akademisi dan pendiri Yayasan Kebudayaan Rancage yang saban tahun memberikan anugerah kepada sastrawan berbahasa Sunda dan bahasa daerah lainnya di nusantara.

Bahkan Ajip Rosidi lama menjadi dosen di universitas  bahasa asing Jepang. Sepulang dari Jepang, ia terus bergelut di bidang kebudayaan, termasuk memberikan Hadiah Sastra Rancage dan mendirikan perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut. 

Kenalkota

Sastrawan Ajip Rosidi (kanan). (Dok Unpad)

Di usianya yang ke-71, suami artis senior Nani Widjaja itu mendapat gelar doktor honoris causa bidang budaya dari Universitas Padjadjaran (Unpad) di era Rektor Ganjar Kurnia. Baik gelar maupun karier akademiknya membuktikan ucapan kritisnya soal ijazah, bahwa meski bukan lulusan perguruan tinggi, namun ia bisa mengajar di kampus dan mendapat gelar doktor.

Miftahul Malik menyebut cukup lama Ajip Rosidi tidak berkunjung ke Perpustakaan Ajip Rosidi. “Lima bulan ke belakang sebelum korona,” katanya, saat dihubungi kenalkota.id, Jumat, 31 Juli 2020.

Perpustakaan Ajip Rosidi merupakan satu dari sekian banyak peninggalan Ajip Rosidi di bidang literasi. “Pokoknya jasa Ajip Rosidi di bidang kebudayaan susah menghitungnya, banyak sekali,” kata pria yang akrab disapa Malik.

Hawe Setiawan, dosen sastra Universitas Pasundan, Bandung, bilang sepeninggal Ajip Rosidi banyak sekali agenda yang perlu diperhatikan dan dilanjutkan. Pertama, perlu diperhatikan bagaimana kelangsungan Yayasan Budaya Rancage yang tiap tahun memberikan hadiah kepada sastrawan berbahasa daerah. 

Hadiah Rancage bukan hanya penghargaan untuk sastrawan Sunda, namun juga diberikan kepada sastrawan berbahasa daerah lainnya seperti Bali, Jawa, Lampung, Batak dan Madura. “Ajip Rosidi sudah membuktikan kesanggupannya untuk menyelenggarakan Hadiah Rancage dari tahun ke tahun dan belakangan berkembang jangkauannya,” kata Hawe. 

Selanjutnya, perlu diperhatikan pula perpustakaan-perpustakaan peninggalan almarhum, seperti Perpustakaan Ajip Rodisi di Bandung dan Perpustakaan Jati Niskalad di Pabelan. “Perpustakaan pribadi Ajip Rosidi di Pabelan koleksi bukunya setahu saya belasan ribu judul, belum koleksi lukisan kaya-karya maestro Indonesia,” kata Hawe. 

Menurutnya, Ajip Rodisi merupakan penulis produktif yang sulit dicari bandingannya. Sampai menjelang akhir hayatnya, ia masih menggarap proyek kamus besar bahasa Sunda. Diperkirakan kamus ini baru setengah jalan. Namun sebelum kamus selesai, Ajip Rosidi dipanggil Sang Pencipta. (Imanha/kenalkota.id)


Pendaftaran relawan uji coba vaksin Covid dibuka, ini syarat pendaftarannya

Uji coba vaksin di Bandung bukan berarti tidak perlu lagi waspada Covid, masyarakat tetap harus pakai masker

Perlu diingat new normal bikin semua orang beresiko tinggi tertular virus corona