Kenalkota - Kebiasaan-kebiasaan berbahaya memakai masker, diperosotkan ke mulut, dagu atau leher
Foto: Ilustrasi masker. (Dok Humas Jabar)
Kebiasaan-kebiasaan berbahaya memakai masker, diperosotkan ke mulut, dagu atau leher
OlehKenalkota2 months ago
"salah kalau diperosotkan sebab kita pakai masker di mulut, leher terbuka mungkin saja ada virus di sini,"

Bandung, kenalkota.id – Pakai masker dalam jangka waktu lama memang tidak nyaman. Sehingga tidak sedikit orang yang memilih memerosotkan maskernya, sehingga masker hanya menutupi mulut saja sementara hidungnya terbuka. Ada juga masker yang diperosotkan ke dagu, atau menjadi hiasan di leher. Padahal kebiasaan-kebiasaan ini justru membuka kemunginan tertular COVID-19. 

Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr. Yovita Hantantri Sp.PD-KPTI, menyebutkan salah satu penggunaan masker yang tidak tepat misalnya memakai masker di bagian mulut saja, sementara bagian hidung malah terbuka.

“Kadang-kadang orang menggunakan masker tapi maskernya diturunkan hidungnya, kan salah,” kata dr Yovita, saat dihubungi kenalkota.id, baru-baru ini.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Jabar, Daud Achmad. Ia mengaku menemukan kebiasaan memakai masker yang salah. Memang ada saat-saat yang dikecualikan memakai masker, seperti saat makan maupun pidato. Pada saat-saat tersebut, sebaiknya masker tidak diperosotkan ke dagu atau leher. 

“Kalau dibuka jangan diperosotkan, salah kalau diperosotkan sebab kita pakai masker di mulut, leher terbuka mungkin saja ada virus di sini, virusnya nempel lagi di masker, dipakai lagi jadilah virus masuk hidung,” kata Daud Achmad, saat konferensi pers baru-baru ini.

Dibutuhkan kedisiplinan dalam memakai masker di musim pandemi COVID-19 ini. Masker juga memiliki fungsi ganda, yaitu mencegah tertular dan menularkan penyakit.

Masker harus dipakai di tempat kerja atau di ruang-ruang yang berpotensi terjadi penularan. Bahkan ada momen di rumah yang harus memakai masker. “Kalau di rumah, kalau kita melayani orang tua atau melayani yang sakit, sebaiknya kita gunakan masker,” kata dr Yovita.

“Pada saat  melayani orang tua kita harus selalu cuci tangan, mau makan cuci tangan, jangan membiasakan pegang hidung, mulut, mata tanpa mencuci tangan,” terangnya. 

Protokol memakai masker juga harus dibarengi protokol lainnya seperti menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir. Menurut Yovita, hal ini sudah disampaikan berulang-ulang. 

“Jadi sebenarnya itu saja prinsipnya kalau kita jalankan dengan benar sih saya rasa kita ga akan menularkan dan tertular. Jadi higin personal ya harus diperhatikan. Kebersihan cuci tangan, menggunakan masker, dan jaga jarak juga jangan terlalu dekat,” kata Yovita. 

Kebiasaan-kebiasaan baru dengan protokol kesehatan semestinya sudah menjadi bagian dari aktivitas kehidupan di zaman pandemi yang hingga kini sudah menginfeksi lebih dari 100 ribu orang di Indonesia dan lebih dari 16 juta di dunia. (Imanha/kenalkota.id)


Pendaftaran relawan uji coba vaksin Covid dibuka, ini syarat pendaftarannya

Uji coba vaksin di Bandung bukan berarti tidak perlu lagi waspada Covid, masyarakat tetap harus pakai masker

Perlu diingat new normal bikin semua orang beresiko tinggi tertular virus corona